ROKAN HULU_, ANTARANEWS86.com, Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Mabes TNI menggelar penyuluhan pencegahan dan penanggulangan karhutla di wilayah Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Kegiatan tersebut digelar di Aula Kantor Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, Selasa (1/9/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejumlah personel dan perwira TNI hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Brigjen TNI Andi Tiawardi, Kolonel Laut Cokorda, Kolonel Supriadi, Kolonel Ivan Supriadi, Letkol Laut Heri, Mayor Arm Nanda Supriatna, serta Mayor Arm Endang Lili.
Turut hadir Perwira Pendamping (Paping) Danramil 05 Mayor Inf Hendri Dunan, Danramil 10/KDS Kapten Inf Devi Khorul Edwar, serta Camat Bonai Darussalam Elfitrend Saputra, S.Kom., M.IP.
Penyuluhan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pencegahan dan penanggulangan karhutla, khususnya di wilayah Kecamatan Bonai Darussalam yang memiliki kawasan perkebunan dan lahan yang berpotensi mengalami kebakaran, terutama saat kondisi cuaca kering.
Dalam penyuluhan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya melakukan pencegahan sejak dini, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla, serta menjaga kelestarian lingkungan dan kawasan hutan.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dan segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan titik api atau indikasi terjadinya kebakaran.
Kepala Desa Sontang, Zulfahrianto, SE, menyambut baik kehadiran jajaran Mabes TNI dalam memberikan penyuluhan kepada masyarakat.
Menurutnya, kegiatan tersebut sangat bermanfaat dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menjaga lingkungan serta menghadapi potensi karhutla.
«“Kehadiran Mabes TNI di Desa Sontang sangat bermanfaat.
Kami atas nama Pemerintah Desa Sontang mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran dan penyuluhan yang diberikan, khususnya tentang pentingnya menjaga lingkungan dan hutan serta kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla,” ujar Zulfahrianto.»
Sementara itu, Camat Bonai Darussalam Elfitrend Saputra, S.Kom., M.IP., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Mabes TNI yang telah hadir langsung memberikan edukasi kepada masyarakat.
Menurut Elfitrend, pencegahan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Kami dari Pemerintah Kecamatan Bonai Darussalam mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada jajaran Mabes TNI yang telah hadir memberikan penyuluhan kepada masyarakat.
Edukasi seperti ini sangat penting agar masyarakat semakin memahami bahaya karhutla dan mengetahui langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mencegahnya,” ujar Elfitrend.»
Ia berharap masyarakat Kecamatan Bonai Darussalam dapat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan.
“Pencegahan harus kita lakukan bersama sejak dini. Kami mengajak masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Apabila ditemukan titik api atau potensi kebakaran, segera laporkan kepada aparat agar dapat ditangani dengan cepat,” tambahnya.
Elfitrend juga menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, TNI, Polri dan masyarakat sangat diperlukan untuk mengantisipasi karhutla, terutama menghadapi kondisi cuaca yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.
Melalui penyuluhan ini, diharapkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat semakin meningkat sehingga potensi terjadinya karhutla di wilayah Bonai Darussalam dapat ditekan.
Sinergi seluruh pihak menjadi kunci dalam menjaga lingkungan, mencegah kebakaran hutan dan lahan, sekaligus melindungi masyarakat dari dampak yang ditimbulkan akibat karhutla.
(EPI. B)#











