H SYAHRIR NASUTION. Gelar Sutan Kumala Bulan : Apresiasi Pemberian Gelar K.ehormatan Kepada Wakil Ketua V. DPD IKANAS Sumut.

- Penulis

Kamis, 14 Maret 2024 - 13:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

MEDAN (SUMUT) ANTARANEWS86.COM //-Sehubungan dengan Pemberian Gelar Kehormatan dari Sultan Kota Pinang ke. XIV. Tengku Irvan Bahran bin Tengku Muhamad Anwar bin Tengku Long Mustafa Ibni Sultan Ma’moer Perkasa Alamsah.1 kepada Ketua Pengurus Besar IKLAS (IKATAN KELUARGA LABUHAN BATU SELATAN ) Drs RIVAI NASUTION , MM. Beserta Istri Dra. Rosmini Fitri Msi. Di Hotel ADIMULIA MEDAN pada Tgl. 9 Maret 2024 / Sabtu Minggu yang lalu, mendapat “ Appreciate / Appresiasi yang tinggi dari Wkil Ketua HIMPUNAN KELUARGA BESAR MANDAILING Sumut – DPW HIKMA Sumut dan juga ianya DEWAN PENASEHAT DPD IKANAS Sumut.

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal ini dikatakan H. Syahrir Nasution yang bergelar Sutan Kumala Bulan , bahwa Etnis MANDAILING itu erat hubungan batinnya dengan Kesultanan MELAYU di Sumatera Timur sejak zaman Penjajahan dulu, bahkan tali silaturahmi itu terus “ DIRAJUT “ dengan penuh KEKELUARGAAN pasca Kemerdekaan REPUBLIK INDONESIA 1945 sampai hari ini.

 

Ini membuktikan bahwa Etnis Mandailing dan Etnis Melayu serta Etnis MINANGKABAU di tanah Rantau memilki “ BENANG MERAH “ persaudaraan yang Kental .

 

Khusus Kahanggi kami Drs RIVAI NASUTION , MM. beserta Istri secara Personal maupun secara Parsadaan HIKMA Ataupun IKANAS , merasa “ DI HARGAI / DI AKUI “ sebagai saudara Kebangsaan MELAYU di Tanah Kesultanan MELAYU di KOTA PINANG / Labuhan Batu Selatan .

 

Seperti yang saya ikuti selama ini bahwa kahanggi kami ini Cukup Besar “ KIPRAHNYA DAN ATENSI NYA terhadap tanah kelahirannya tersebut sampai sampai dia merupakan sosok “ TOKOH MANDAILING KOTA PINANG” yang PIAWAI dalam memperkenakan Budaya, Daerah Labuhan Batu secara Umum ke Manca Negara sehingga ia tampil sebagai SALAH SATU INISIATOR PEMEKARAN KAB LABUHAN BATU menjadi saat ini Tiga Kabupaten ( Labuhan Batu Utara , LABUHAN BATU / Kab Induk dan LABUHAN BATU SELATAN .

Baca Juga:  Digitalisasi Jadi Langkah Strategis Kementerian ATR/BPN Atasi Konflik Pertanahan

 

Atas dasar itu juga mungkin Kesultanan Kota Pinang yang baru naik Tahta tersebut memberi Gelar Kehormatan pada saudara Kami ini.

 

Mungkin banyak lagi yang sudah di berikan maupun di buat sdr Rivai Nasution untuk motiveir agar lebih maju lagi terhadap Ketiga Kabupaten ini namun intinya saya melihat dan berpandangan POSITIP PEMBERIAN GELAR KEHORMATAN tersebut “ Disandang bersama Isterinya” hasil jerih Payah yang akhirnya Mebuahkan HASIL YANG TAK TERNILAI HARGANYA.

 

Ini lah sebenar nya arti TOKOH YANG SEBENAR nya , artinya Pihak luar dari Etnis maupun Clan lainnya memberikan KEHORMATAN pada kahanggi / saudara kami yang mana merupakan Assets yang harus kita jaga bersama nama baik MANDAILING itu.

 

Bak kata filosofi urang MINANG ada tiga komponen yang harus dimiliki oleh seseorang yang bisa menjadi seorang LEADER / PEMIMPIN : yaitu TOKOH , TAKAH DAN TAGEH. Arti nya Ketokohan orang itu harus diakui secara umum Positip dikenal Keberadaannya TAKAH disini bermakna : ada bakat maupun Talenta dari orang tersebut sebagai Pemimpin , jadi bukan KEPALSUAN ATAUPUN PENCITRAAN yang dilakoni , sedangkan TAGEH disini bernilai Sehat Jasmani maupun Rohaninya , Kuat dan Teguh Integritasnya / Istiqomah Pendiriannya bukan yang “ DiSETIR DAN DIKENDALIKAN PIHAK PIHAK LAIN”.

 

Reporter : #(M.SN)#

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel www.antaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jaga Kolaborasi dengan Mitra Kerja, Kementerian ATR/BPN Gelar Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama
Berbagi di Bulan Suci Ramadan, Kementerian ATR/BPN Salurkan Bantuan untuk Pegawai Terdampak Bencana di Aceh
Akhir Pekan Lebih Mudah Urus Tanah Sendiri Lewat Program PELATARAN
Safari Ramadhan 1447 H, Wabup Syafaruddin Poti : Momen Pererat Silaturahmi dan Salurkan Bantuan Ramadhan.
600 Warga Adat Mandailing Natal: Janji 14 Tahun Terbuang, Hutan Adat Jadi Permainan MoU
Berikut Rangkaian Kegiatan Perayaan HUT ke-27 Kabupaten Toba
Polsek Sukolilo dan Forkopimcam Kompak Bersihkan Pasar Kedungwinong, Wujudkan Gerakan Indonesia ASRI
Bukber Bareng Insan Pers, Kapolresta Pati Perkuat Sinergi dan Santuni Anak Yatim
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 05:52 WIB

Jaga Kolaborasi dengan Mitra Kerja, Kementerian ATR/BPN Gelar Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama

Senin, 2 Maret 2026 - 05:49 WIB

Berbagi di Bulan Suci Ramadan, Kementerian ATR/BPN Salurkan Bantuan untuk Pegawai Terdampak Bencana di Aceh

Senin, 2 Maret 2026 - 05:45 WIB

Akhir Pekan Lebih Mudah Urus Tanah Sendiri Lewat Program PELATARAN

Sabtu, 28 Februari 2026 - 11:20 WIB

Safari Ramadhan 1447 H, Wabup Syafaruddin Poti : Momen Pererat Silaturahmi dan Salurkan Bantuan Ramadhan.

Jumat, 27 Februari 2026 - 13:34 WIB

600 Warga Adat Mandailing Natal: Janji 14 Tahun Terbuang, Hutan Adat Jadi Permainan MoU

Berita Terbaru