APDESI Sampaikan Beberapa Permohonan Ketika Audensi Dengan Pemkab Toba

- Penulis

Kamis, 22 Mei 2025 - 03:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

TOBA (SUMUT) ANTARANEWS86.COM//Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia atau APDESI Kabupaten Toba menyampaikan beberapa permohonan kepada Pemerintah Kabupaten Toba dalam audiensi di Ruang Rapat Mini Kantor Bupati Toba,Balige ,Senin (19/5/225)..

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kedatangan pengurus APDESI disambut oleh Asisten Pemerintahan Eston Sihotang didampingi Plt. Kepala Dinas PMD PPA Melati Silalahi, Kaban Pengelolaan Pendapatan Daerah Henry Maraden Sitompul, Kaban Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Fernando Samosir dan Kabag Hukum Lukman Siagian.

 

Pada audiensi tersebut, Apdesi menyampaikan beberapa permohonan diantaranya penambahan ADD (Alokasi Dana Desa). Tidak hanya itu, APDESI juga mempertanyakan perihal pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa yang menurut mereka bahwa Kepala Desa tidak punya banyak ruang dalam menentukan pengangkatan dan pemberhentian. “Iya, itu semua sudah diatur dalam Perda No. 14 Tahun 2016 Tentang Perekrutan Perangkat Desa. Bahwa dalam pengangkatan dan pemberhentian regulasinya jelas diatur,” kata Eston Sihotang kepada media usai audiensi.

 

Baca Juga:  Jemput Aspirasi Masyarakat Rahmad Rayyan Nasution Adakan Reses l Masa Sidang Tahun Ke V Di Desa Jambur Padang Matinggi

Hal-hal lain yang disampaikan oleh APDESI adalah permohonan pertambahan Siltap yang menurut mereka di bawah UMR, serta dana purna tugas Kepala Desa.

 

“Tetap pada kemampuan keuangan daerah kita. Sama hal dengan penambahan ADD, semuanya tergantung pada kemampuan keuangan kita,” lanjut Eston.

 

Sementara permintaan lain yang disampaikan oleh APDESI adalah peraturan tentang tanah wakaf desa. “Soal ini pemerintah sangat mendukung, tetapi harus menempuh mekanisme penerbitan Perdes yang harus mendapat persetujuan dari Bupati terkait tata ruang,” kata Eston menambahkan.

 

Sementara Ketua DPC APDESI Toba, Andi Jonson Siahaan yang juga Kepala Desa Hinalang Bagasan dalam pernyataannya menyampaikan bahwa APDESI sangat berharap agar Pemerintah yg Kabupaten dapat menitikberatkan pembangunan di desa.

“Tentang program pemerintah pusat yg menitikberatkan bahwa pembangunan dimulai dari bawah. Desa ujung tombak, kita berharap agar Pemkab Toba lebih berpihak pada Pemerintah Desa dalam mewujudkan pembangunan agar dimulai dari desa,” kata Andi Jonson usai mengikuti audiensi.

(aes)#

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel www.antaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jaga Kolaborasi dengan Mitra Kerja, Kementerian ATR/BPN Gelar Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama
Berbagi di Bulan Suci Ramadan, Kementerian ATR/BPN Salurkan Bantuan untuk Pegawai Terdampak Bencana di Aceh
Akhir Pekan Lebih Mudah Urus Tanah Sendiri Lewat Program PELATARAN
Safari Ramadhan 1447 H, Wabup Syafaruddin Poti : Momen Pererat Silaturahmi dan Salurkan Bantuan Ramadhan.
600 Warga Adat Mandailing Natal: Janji 14 Tahun Terbuang, Hutan Adat Jadi Permainan MoU
Berikut Rangkaian Kegiatan Perayaan HUT ke-27 Kabupaten Toba
Polsek Sukolilo dan Forkopimcam Kompak Bersihkan Pasar Kedungwinong, Wujudkan Gerakan Indonesia ASRI
Bukber Bareng Insan Pers, Kapolresta Pati Perkuat Sinergi dan Santuni Anak Yatim
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 05:52 WIB

Jaga Kolaborasi dengan Mitra Kerja, Kementerian ATR/BPN Gelar Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama

Senin, 2 Maret 2026 - 05:49 WIB

Berbagi di Bulan Suci Ramadan, Kementerian ATR/BPN Salurkan Bantuan untuk Pegawai Terdampak Bencana di Aceh

Senin, 2 Maret 2026 - 05:45 WIB

Akhir Pekan Lebih Mudah Urus Tanah Sendiri Lewat Program PELATARAN

Sabtu, 28 Februari 2026 - 11:20 WIB

Safari Ramadhan 1447 H, Wabup Syafaruddin Poti : Momen Pererat Silaturahmi dan Salurkan Bantuan Ramadhan.

Jumat, 27 Februari 2026 - 13:34 WIB

600 Warga Adat Mandailing Natal: Janji 14 Tahun Terbuang, Hutan Adat Jadi Permainan MoU

Berita Terbaru