Rokok Ilegal Bebas Merajalela Di Pasaman Barat Sumbar

- Penulis

Sabtu, 6 September 2025 - 13:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman Barat (Sumbar) ANTARANEWS86.com_
Daerah Ranah Batahan ( Rabat)Pasaman Barat ( Pasbar )pada Kamis (06/09/2025). Salah seorang warga Sipaling mendatangi awak media dan langsung mengatakan ada satu unit mobil Avanza dan di duga pakai Nopol Palsu, BA …..SP ,yang sedang menurun kan rokok ilegal dan dia melihat dalam mobil Avanza tersebut penuh dengan rokok ilegal, pungkas nya.

Pasaman Barat merupakan salah satu daerah surganya bagi para pemain rokok ilegal. Tanpa merasa takut, sejumlah agen inisial ( AR) yang datang dari Tapus Ujung Gading tampak menjual rokok ilegal berbagai merk secara bebas, menurut salah satu warga yang tak mau di sebut namanya.

Ulah perbuatan mereka, tidak sedikit kerugian negara yang ditimbulkan sejak mulai beredarnya rokok ilegal beberapa tahun belakangan ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Informasi yang berhasil dihimpun, ada beberapa orang agen besar yang menjual rokok secara ilegal baik itu di daerah Kabupaten Pasaman maupun Pasaman Barat.Mereka memiliki beberapa buah gudang besar yang terletak di Kumpulan Kecamatan Sei Aur dan Kecamatan Lembah Melintang.

Baca Juga:  Pemkab Tapanuli Utara Sampaikan Perkembangan Terkini Bencana: Akses Terputus, Puluhan Korban Hilang, Evakuasi Terus Dipercepat

“Ini sungguh luar biasa. Tanpa merasa bersalah dan takut terhadap APH para agen rokok ilegal secara bebas menjual dagangannya ditengah-tengah masyarakat ” ungkap salah seorang warga Tampus ujung Gading yang enggan disebut namanya.

“Banyak mereknya pak. Seperti Luffman, Manchester, HD, H Mind, Smith, OFO, Coffee Stick dan lain sebagainya. Semoga Polda Sumbar dan Bea Cukai Teluk Bayur dapat bertindak tegas dalam hal penertiban rokok ilegal ini harapnya.

Padahal peredaran rokok ilegal ini sudah sering diberitakan bahkan sudah dilaporkan ke Nomor Pengaduan Kanwil Bea Cukai Sumatera Bagian Barat dan Kantor BC Teluk Bayur.

Seperti yang kita ketahui Penjualan rokok tampa cukai (ilegal) melanggar UU nomor 39 tahun 2007 dimana pelaku dapat dipenjara dan denda. Sanksi Pidana minimal 1 tahun,paling lama 5 tahun. Sedangkan denda paling sedikit 10 kali lipat nilai cukai dan paling banyak 20 kali lipat dari nilai cukai.

(M.SN)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel www.antaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

CSR PRODUKTIF PT ANUGERAH NIAGA SAWINDO DORONG KEMANDIRIAN EKONOMI MASJID AGUNG ISLAMIC CENTER SEBAGAI PUSAT KESEJAHTERAAN UMAT
Doa dan Tabur Bunga Tandai Penghentian Pencarian Korban Tenggelam di Situmurun 
Paryasop: Nyaris 1 Juta Wisatawan Berkunjung, BPODT Dorong Akselerasi Investasi dan Infrastruktur Kabupaten Toba!
Kunjungan Kerja Monitoring dan Evaluasi Standart Biaya Keluaran Tahun 2025 & 2026
PJS Toba: Aksi Demo Forum Masyarakat Berjuang Harus Cepat Ditindaklanjuti Pemerintah! Kaji Ulang PT TPL
Rapim Kementrian ATR/BPN: Evaluasi Kinerja dan Kebijakan Strategis 2026
Antisipasi Penumpukan Berkas, Kementerian ATR/BPN Uji Coba Layanan Pengukuran Terjadwal di 38 Kantor Pertanahan
Dukung Pembangunan Permukiman Hunian Vertikal dan Kota Satelit, Menteri Nusron: Siapkan Penyediaan Lahan di Berbagai Wilayah
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 03:33 WIB

CSR PRODUKTIF PT ANUGERAH NIAGA SAWINDO DORONG KEMANDIRIAN EKONOMI MASJID AGUNG ISLAMIC CENTER SEBAGAI PUSAT KESEJAHTERAAN UMAT

Sabtu, 18 April 2026 - 23:54 WIB

Doa dan Tabur Bunga Tandai Penghentian Pencarian Korban Tenggelam di Situmurun 

Sabtu, 18 April 2026 - 08:58 WIB

Paryasop: Nyaris 1 Juta Wisatawan Berkunjung, BPODT Dorong Akselerasi Investasi dan Infrastruktur Kabupaten Toba!

Sabtu, 18 April 2026 - 08:51 WIB

Kunjungan Kerja Monitoring dan Evaluasi Standart Biaya Keluaran Tahun 2025 & 2026

Sabtu, 18 April 2026 - 08:50 WIB

PJS Toba: Aksi Demo Forum Masyarakat Berjuang Harus Cepat Ditindaklanjuti Pemerintah! Kaji Ulang PT TPL

Berita Terbaru