ANTARANEWS86.com_, TOBA, Di bawah langit Balige yang mulai temaram, Pemerintah Kabupaten Toba secara resmi menutup rangkaian Christmas Season Toba 2025 di kawasan Tugu D.I. Panjaitan, Senin (29/12/2025). Penutupan ini bukan sekadar akhir sebuah perhelatan, melainkan puncak perayaan Natal yang dirajut dengan semangat kebersamaan, kerukunan, dan kepedulian sosial dalam terang kasih Yesus Sang Penebus.
Rangkaian acara diawali dengan Karnaval Natal dan Pawai Obor yang bergerak khidmat dari halaman Kantor Bupati Kabupaten Toba menuju Tugu D.I. Panjaitan. Derap langkah peserta berpadu dengan gemerlap mobil hias bertema Natal, sosok Sinterklas yang menyapa anak-anak, iringan marching band, serta barisan pembawa obor yang menyala terang. Api obor seakan menjadi simbol harapan ‘kecil namun teguh’ yang menyinari jalan bersama di tengah dunia yang kerap diliputi kecemasan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Puncak makna perayaan terasa saat lilin-lilin dinyalakan dan doa bersama dipanjatkan lintas iman. Doa itu dipersembahkan bagi saudara-saudari yang tengah dilanda duka akibat bencana alam, bagi mereka yang masih meneteskan air mata pilu dan bergulat dengan kehilangan. Kapolres Kabupaten Toba, AKBP Vinsensius Jimmy Parapaga, S.I.K., yang mengawali doa bersama, menyampaikan harapan agar momen Natal ini menjadi ruang empati bersama sekaligus pengingat kolektif untuk menjaga alam dan lingkungan tempat manusia berpijak dan bertumbuh.
Apresiasi pun datang dari Wakil Bupati Toba, Audi Murphy O. Sitorus. Ia menyebut Christmas Season Toba 2025 sebagai langkah awal yang baik dan menjanjikan. Kerja keras para penyelenggara dinilainya sebagai fondasi penting agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan berkembang menjadi agenda tahunan yang semakin bermakna bagi masyarakat Toba.
Suasana sukacita berlanjut dalam rangkaian hiburan Natal dan pengundian lucky draw, yang diikuti unsur Forkopimda, tokoh agama, pimpinan OPD, para camat, ASN, serta masyarakat umum. Tawa, nyanyian, dan kebersamaan melebur tanpa sekat.
Penutupan Christmas Season Toba 2025 akhirnya menegaskan kembali makna Natal: bukan hanya perayaan seremonial, tetapi momen refleksi, solidaritas, dan penguatan toleransi. Di Toba, Natal dirayakan sebagai perjumpaan hati, antara doa yang hening dan kebersamaan yang menghangatkan.
#(mtans)#












