Paska Banjir, Tenaga Kesehatan Turun Bertaruh Nyawa di Parbatasan,  Pemerintah Daerah Dinilai Terlambat Hadir

- Penulis

Minggu, 30 November 2025 - 07:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

ANTARANEWS86.com_, MADINA, Sementara lumpur masih menutup jalan, rumah-rumah warga hancur, dan anak-anak mulai terserang gatal serta demam, tim Puskesmas Simpang Gambir di bawah kepemimpinan Linawati SKM, MKM justru menjadi pihak pertama yang benar-benar hadir untuk rakyat pada Sabtu (29/11/2025). Mereka turun langsung ke Desa Parbatasan, memberikan pengobatan gratis di tengah kondisi yang jauh dari kata layak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Yang menguatkan warga hanyalah kehadiran para tenaga kesehatan dan Babinsa Koramil 16/BTN — Peltu M.Arifin Lubis, Sertu Kholis Nasution, dan Sertu Lukman Harun Lubis, — yang ikut mendampingi dan menjaga pelayanan. Mereka bekerja tanpa sorotan kamera, tanpa panggung, tanpa janji-janji politik.

 

Sementara itu, pemerintah daerah justru dipertanyakan kesiapannya. Banjir telah berlangsung beberapa hari, namun tidak terlihat adanya posko terpadu berskala kabupaten, tidak ada mobil kesehatan tambahan, tidak ada langkah cepat yang mencerminkan status darurat. Warga hanya mengandalkan tenaga medis yang datang dengan segala keterbatasan.

 

“Kami sangat membutuhkan bantuan obat, air bersih, dan tenaga tambahan. Warga sudah mulai sakit,” ungkap Linawati di tengah pelayanan, di mana puluhan warga terlihat antri, sebagian anak-anak tampak pucat dan batuk-batuk.

Baca Juga:  Penghadapan Pegawai Pindah Wilayah Kerja Ke Kantor Pertanahan Kota Semarang

 

Kepala Desa Zamharuddin Nasution, yang menyambut kedatangan tim, tidak mampu menutup keprihatinannya. “Warga kami sedang dalam keadaan berat. Kami berharap pemerintah kabupaten tidak hanya melihat laporan, tapi datang sendiri melihat kondisi nyata,” ujarnya dengan nada tegas.

 

Kekecewaan warga semakin kuat. Mereka merasa seolah dibiarkan bertahan sendiri, padahal Lingga Bayu adalah bagian dari Kabupaten Mandailing Natal yang seharusnya mendapatkan perhatian penuh di situasi bencana.

 

Beberapa warga bahkan menyuarakan kritik keras: “Kalau untuk kampanye cepat datang. Tapi untuk rakyat yang tenggelam banjir, kok lambat?”Kalimat itu mencerminkan rasa sakit sekaligus kemarahan masyarakat.

 

Dalam kondisi seperti ini, masyarakat menilai pemerintah harus bergerak lebih cepat daripada air yang menghanyutkan rumah warga. Bukan hanya rapat, bukan hanya koordinasi—tetapi kehadiran nyata di lapangan.

 

Kegiatan pengobatan dari Puskesmas Simpang Gambir dan Babinsa menjadi bukti bahwa ada aparat yang memilih bekerja di tengah lumpur, bukan hanya di balik meja rapat.

 

Warga menunggu langkah cepat pemerintah. Bukan besok. Hari ini. Sekarang. Sebelum penyakit pasca banjir menjadi bencana kedua yang lebih mematikan.

 

(M.SN)#

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel www.antaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kementerian ATR/BPN Kejar Sertipikasi 11 Juta Rumah MBR hingga 2029
Polsek Kepenuhan Gandeng Pendekatan Keagamaan dalam Pembinaan Pengguna Narkoba
Dibekuk di Surau Gading, Terduga Pengedar Sabu 16,08 Gram Tak Berkutik
Kades Sontang Hibahkan 20 Hektare Tanah Pribadi untuk Pembangunan SNT di Rohul
Selembar Sertipikat Menjaga Amanah Tanah Wakaf
Apel Pagi Kantah Kabupaten Sorong Tekankan Kebersihan dan Kedisiplinan
Cegah Dampak Kabut Asap, Satlantas Polres Rohul Bagikan 100 Masker Kepada Pengendara
Bandar Sabu 1,03 Kg di Rohul Mengaku Dapat Pasokan dari Sumut
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 00:48 WIB

Kementerian ATR/BPN Kejar Sertipikasi 11 Juta Rumah MBR hingga 2029

Rabu, 26 Agustus 2026 - 23:04 WIB

Polsek Kepenuhan Gandeng Pendekatan Keagamaan dalam Pembinaan Pengguna Narkoba

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:58 WIB

Dibekuk di Surau Gading, Terduga Pengedar Sabu 16,08 Gram Tak Berkutik

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:47 WIB

Kades Sontang Hibahkan 20 Hektare Tanah Pribadi untuk Pembangunan SNT di Rohul

Rabu, 26 Agustus 2026 - 01:05 WIB

Selembar Sertipikat Menjaga Amanah Tanah Wakaf

Berita Terbaru

Artikel

Selembar Sertipikat Menjaga Amanah Tanah Wakaf

Rabu, 26 Agu 2026 - 01:05 WIB