Karena Persoalan Administrasi, KPU Kabupaten TTS Terlambat Serahkan Hasil Rekapitulasi Ke KPU NTT

- Penulis

Kamis, 7 Maret 2024 - 13:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUPANG (NTT) ANTARANEWS86.COM //-Komisi Pemilihan Umum Nusa Tenggara Timur (KPU NTT) mulai menggelar pleno rekapitulasi tingkat provinsi, Rabu (6/3/2024). Dari 22 Kabupaten dan kota di NTT, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) terlambat menyerahkan hasil pleno rekapitulasi tingkat kabupaten.

 

Keterlambatan dari KPU Kabupaten TTS ini dikarenakan persoalan administrasi sehingga belum dikirim ke KPU NTT. “Sebenarnya sudah habis pleno rekapitulasi tadi malam. Tapi, ada masalah administrasi makanya hasil pleno nya belum diantar,” ujar Komisioner KPU NTT, Baharudin Hamzah, Rabu malam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Menurutnya, proses pleno rekapitulasi di 32 Kecamatan di TTS telah selesai pada Selasa (5/3/2024) malam. Namun terdapat perselisihan administrasi di tiga kecamatan di TTS.

 

” maka saksi dan Bawaslu meminta skors agar melakukan penelusuran di tiga Kecamatan. Tadi sore (Rabu sore) penelusuran sudah dilakukan, selesai di satu Kecamatan, dan dua Kecamatan masih sementara dilakukan penelusuran,” katanya di sela-sela pleno rekapitulasi tingkat KPU NTT.

Baca Juga:  Akibat Tingginya Curah Hujan Jalinsum Batang Natal - Lingga Bayu Longsor

 

Jika penelusuran sudah rampung, maka TTS akan diikutkan pleno rekapitulasi hari ini, Kamis (7/3/2024). Sementara, 21 daerah lain di NTT sudah mengirimkan hasil pleno di tingkat Kabupaten.

 

Untuk diketahui, KPU NTT telah melakukan pleno rekapitulasi enam kabupaten di NTT di hari pertama. KPU NTT menargetkan pleno rekapitulasi Provinsi rampung pada Minggu (10/3/2024).

 

Enam Kabupaten yakni Kabupaten Sumba Barat, Kabupaten Sabu Raijua, Kabupaten Belu, Kabupaten Manggarai Timur, dan Kabupaten Lembata, dan jadwalnya tentatif. Sejauh ini tidak ada persoalan yang berarti di pleno rekapitulasi tingkat provinsi, karena memang perbaikan itu telah dilakukan sejak di tingkat kecamatan hingga kabupaten dan kota,” tutup Hamzah.

( Red )##

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel www.antaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kembangkan Aplikasi Dashboard SDM, Sekjen ATR/BPN: Proses Mutasi dan Promosi Jadi Lebih Efektif dan Efisien
Bencana Alam Datang Tanpa Permisi, Sertipikat Elektronik Jadi Pilihan karena Beri Rasa Aman
Safari Ramadan ke Empat Pemda Rohul, Saat Penantian Panjang Masyarakat Dijawab Bupati Anton
Jaga Kolaborasi dengan Mitra Kerja, Kementerian ATR/BPN Gelar Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama
Berbagi di Bulan Suci Ramadan, Kementerian ATR/BPN Salurkan Bantuan untuk Pegawai Terdampak Bencana di Aceh
Akhir Pekan Lebih Mudah Urus Tanah Sendiri Lewat Program PELATARAN
Safari Ramadhan 1447 H, Wabup Syafaruddin Poti : Momen Pererat Silaturahmi dan Salurkan Bantuan Ramadhan.
600 Warga Adat Mandailing Natal: Janji 14 Tahun Terbuang, Hutan Adat Jadi Permainan MoU
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 03:07 WIB

Kembangkan Aplikasi Dashboard SDM, Sekjen ATR/BPN: Proses Mutasi dan Promosi Jadi Lebih Efektif dan Efisien

Selasa, 3 Maret 2026 - 09:44 WIB

Bencana Alam Datang Tanpa Permisi, Sertipikat Elektronik Jadi Pilihan karena Beri Rasa Aman

Senin, 2 Maret 2026 - 19:47 WIB

Safari Ramadan ke Empat Pemda Rohul, Saat Penantian Panjang Masyarakat Dijawab Bupati Anton

Senin, 2 Maret 2026 - 05:52 WIB

Jaga Kolaborasi dengan Mitra Kerja, Kementerian ATR/BPN Gelar Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama

Senin, 2 Maret 2026 - 05:49 WIB

Berbagi di Bulan Suci Ramadan, Kementerian ATR/BPN Salurkan Bantuan untuk Pegawai Terdampak Bencana di Aceh

Berita Terbaru