Dugaan Pencemaran Sungai di Sinunukan, Sistem Limbah PMKS PT Palmaris Raya Jadi Perhatian

- Penulis

Selasa, 27 Januari 2026 - 22:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

ANTARANEWS86.com_, MADINA, Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) PT Palmaris Raya di Desa Air Apa, Kecamatan Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, disorot warga dan awak media terkait dugaan pencemaran lingkungan. Perusahaan pengolah tandan buah segar (TBS) itu diduga membuang limbah pabrik ke aliran sungai di sekitar kawasan operasionalnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Dugaan tersebut mencuat setelah seorang warga setempat menemukan kondisi air sungai yang berubah warna menjadi kehitaman. Warga yang meminta identitasnya dirahasiakan itu menyebut perubahan warna air terjadi dalam beberapa waktu terakhir dan diduga berkaitan dengan aktivitas pabrik sawit.

 

“Air sungai sudah hitam. Kami turun langsung ke lokasi bersama wartawan untuk melihat dari mana sumbernya. Dugaan kuat berasal dari limbah pabrik sawit,” kata warga tersebut, Senin (5/1/2025).

Ia menilai dugaan pencemaran itu tidak bisa dilepaskan dari keberadaan sistem perpipaan limbah milik PMKS PT Palmaris Raya.

 

Terminal akhir pipa limbah diketahui berada tepat di tepian daerah aliran sungai (DAS), kondisi yang menurut warga patut dipertanyakan.

“Posisi pipa berada persis di pinggir sungai. Ini menimbulkan dugaan bahwa pembuangan limbah dilakukan secara langsung atau setidaknya berpotensi mencemari aliran air,” ujarnya.

 

Warga tersebut juga menilai perlu adanya pemeriksaan menyeluruh oleh instansi berwenang untuk memastikan apakah sistem pengelolaan limbah perusahaan telah sesuai dengan dokumen perizinan lingkungan yang dimiliki.

Baca Juga:  Hardiknas di Toba Pertama Kali Dirayakan Di Porsea

 

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup melarang setiap orang atau badan usaha membuang limbah dan/atau bahan berbahaya dan beracun ke lingkungan tanpa izin. Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat dikenakan sanksi administratif hingga pidana.

 

“Ini bukan sekadar soal ada atau tidaknya protes masyarakat, tetapi soal kepatuhan terhadap hukum lingkungan,” kata warga tersebut.

 

Hingga berita ini ditulis, manajemen PT Palmaris Raya belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi telah dilakukan awak media, termasuk pengiriman surat tertulis kepada pihak perusahaan pada 13 Januari 2026. Namun, hingga lebih dari dua pekan berlalu, belum ada tanggapan dari manajemen perusahaan.

 

Atas temuan tersebut, awak media mendesak Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), untuk segera turun ke lapangan. Pemeriksaan lapangan, uji kualitas air sungai, serta audit terhadap sistem pengelolaan limbah perusahaan dinilai penting untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran hukum lingkungan.

 

Jika terbukti terjadi pencemaran, pemerintah daerah diminta menindaklanjuti sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

#(M.SN)#

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel www.antaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wakapolres Langkat Hadiri Pelepasan Jemaah Haji Kloter 4 Kabupaten Langkat Tahun 2026
Pesan Menteri Nusron untuk Jajaran di Riau: Pemimpin Harus Memudahkan Pelayanan bagi Masyarakat
Apresiasi Langkah UAS Alihmedia ke Sertipikat Elektronik, Menteri Nusron: Demi Keamanan dan Kemudahan Masa Depan
Wamen Ossy: Revisi RTRWN Jadi Kunci Percepatan Pengembangan Jaringan Kereta Nasional
Wamen ATR/Waka BPN Minta Pemprov Kalteng Aktif Selesaikan Masalah Pertanahan Lewat GTRA
Satresnarkoba Polres Langkat Tangkap Pria Pemilik 64,74 Gram Sabu di Stabat
Kurang dari 8 Jam, Polres Langkat Ringkus Pelaku Curas Bersenjata Api Rakitan di Hinai
Sertijab Wakapolres Langkat, Kapolres Tekankan Soliditas dan Dedikasi, Kompol Vivin Ayuningtias Resmi Menjabat
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 05:09 WIB

Wakapolres Langkat Hadiri Pelepasan Jemaah Haji Kloter 4 Kabupaten Langkat Tahun 2026

Jumat, 24 April 2026 - 00:01 WIB

Pesan Menteri Nusron untuk Jajaran di Riau: Pemimpin Harus Memudahkan Pelayanan bagi Masyarakat

Kamis, 23 April 2026 - 23:59 WIB

Apresiasi Langkah UAS Alihmedia ke Sertipikat Elektronik, Menteri Nusron: Demi Keamanan dan Kemudahan Masa Depan

Kamis, 23 April 2026 - 23:58 WIB

Wamen Ossy: Revisi RTRWN Jadi Kunci Percepatan Pengembangan Jaringan Kereta Nasional

Kamis, 23 April 2026 - 23:55 WIB

Wamen ATR/Waka BPN Minta Pemprov Kalteng Aktif Selesaikan Masalah Pertanahan Lewat GTRA

Berita Terbaru