Salamah Penderita Lumpuh Layu Dari Kecil Di Madina Butuh Perhatian

- Penulis

Jumat, 22 September 2023 - 08:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

MANDAILING NATAL (SUMUT) ANTARANEWS86.COM //

Kondisi Salamah Nasution (29) warga desa Tangga Bosi Tolu (III) sangat memperhatikan. Kondisi itu berawal sejak Salamah berumur dua bulan hingga kini. Salamah lahir di Jakarta 29 tahun silam sewaktu orang tuanya merantau. Kondisi Salamah terus lemah Hingga kini. Salamah merupakan anak kedua dari pasangan Abdul Kadir (60) dan Erna Batubara (59), anak pertama mereka sudah berumah tangga.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Hal itu dikatakan Abdul Kadir kepada awak media dirumahnya, Jumat, (22/09/2023).

 

Kondisi Salamah ini naik ke publik berawal dari laporan masyarakat kepada ketua karang taruna Siabu Ringgo Siregar tentang ada seorang warga yang butuh bantuan perobatan dan belum melakukan perekaman E KTP. Beberapa hari yang lalu ada perekaman KTP di aula kantor camat Siabu, hal itu juga yang diinginkan orang tua Salamah agar anaknya memiliki KTP.

Atensi, Ringgo Siregar bersama Bintara Bina Desa (Babinsa) Koramil 12/ Siabu (kopral Dua) Marwan Alfian Dongoran beserta Beberapa jurnalis Siabu dan di dampingi Kepala Desa Terpilih Mahruddin dan perangkat desa serta Juga Bidan Desa (Minda) mengunjungi keluarga tersebut untuk di lakukan tindakkan selanjutnya.

 

Abdul Kadir mengatakan kepada unsur yang hadir membesuk anaknya, kondisi anaknya awalnya sejak berumur 2 bulan setelah lahir awalnya seperti gejala kuning atau panyakit kuning. 18 tahun sudah mereka pulang kampung dari perantauan ke Tangga Bosi Tolu, selama ini Salamah terus berobat meski seadanya.

 

“Tidak tau apa penyebab dan jenis penyakitnya, sejak sakit kuning itulah kondisi putri saya jadi lumpuh layu seperti ini” terangnya.

 

Diterangkannya lagi, Sudah penah di bawa berobat mulai dari orang pintar, Rumah sakit di Sumatera Utara dan Mandailing Natal bahkan juga pernah di bawah berobat ke jakarta, namun belum ada perubahan yang signifikan.

 

Salamah belum Memiliki Elektronik Kartu Tanda Penduduk elektronik (E KTP) namun sudah terdaftar di jaminan kesehatan ( BJS), umur berlanjut sehingga Salamah seharusnya memiliki KTP elektronik, hal itu juga dikeluhkan Orang Tua Salamah. Jarah tempuh dari Tangga Bosi Tolu dengan kantor Penduduk yang membuat Salamah belum bisa diantar orang tuanya untuk melakukan perekaman e-KTP

 

Abdul Kadir juga berharap kiranya ada yang bisa membantu dan memfasilitasi keluarganya agar bisa di bawa berobat ke dokter spesiailis ahli.

 

” Umpe bisa ia tu kamar mandi job ma roa ( setidaknya dia bisa sendiri ke kamar mandi sudah syukur). Mohon kepada pemerintah dan dermawan untuk bisa berbagi untuk kesembuhan Salamah” imbuhnya Kadir

 

Di tempat yang berbeda, kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Mandailing Natal (Disdukcapil Madina) Ridwan Nasution saat dikonfirmasi tentang ketiadaan KTP Salamah , dia langsung mengatensi atas pemberitaan dan pemberitahuan Secara langsung Via Whatsapp oleh ketua Karang Taruna Siabu Ringgo Siregar.

“Sore akan kita lakukkan perekaman e-KTP” Jawabnya.

 

Reporter: #(M.SN)#

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel www.antaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konsinyering HPL Badan Bank Tanah, Wamen Ossy Ingatkan Soal Keseimbangan Kecepatan Layanan dan Kepastian Hukum
Kementerian ATR/BPN Finalisasi Penjenjangan Kinerja untuk Perkuat Manajemen Kinerja Organisasi
Wamen ATR/Waka BPN Bahas Pentingnya UU Pengaturan Reforma Agraria dalam Diskusi Publik Ombudsman RI
Sejak Diluncurkan pada 2023, Kementerian ATR/BPN Terbitkan Hampir 10 Juta Sertipikat Elektronik
Jaga Keamanan Aset, Dirjen SPPR Imbau para Pemilik Tanah untuk Pasang Patok Tanda Batas
UU Pengaturan Reforma Agraria Buka Jalan Pemulihan Hak Masyarakat dalam Konflik Pertanahan
Kementerian ATR/BPN Targetkan Pendaftaran Tanah 4,8 Juta Hektare Melalui ILASPP
Kementerian ATR/BPN Sertipikasi Lebih dari 50 Ribu Tanah Wakaf dalam Periode Dua Tahun Kabinet Merah Putih

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 04:33 WIB

Konsinyering HPL Badan Bank Tanah, Wamen Ossy Ingatkan Soal Keseimbangan Kecepatan Layanan dan Kepastian Hukum

Rabu, 28 Oktober 2026 - 04:31 WIB

Kementerian ATR/BPN Finalisasi Penjenjangan Kinerja untuk Perkuat Manajemen Kinerja Organisasi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 04:28 WIB

Wamen ATR/Waka BPN Bahas Pentingnya UU Pengaturan Reforma Agraria dalam Diskusi Publik Ombudsman RI

Rabu, 28 Oktober 2026 - 04:25 WIB

Sejak Diluncurkan pada 2023, Kementerian ATR/BPN Terbitkan Hampir 10 Juta Sertipikat Elektronik

Rabu, 28 Oktober 2026 - 04:23 WIB

Jaga Keamanan Aset, Dirjen SPPR Imbau para Pemilik Tanah untuk Pasang Patok Tanda Batas

Berita Terbaru