Reses ke-2 DPRD Toba, Warga Keluhkan Pendataan BPS Yang Tidak Sinkron Dengan Fakta di Lapangan

- Penulis

Selasa, 30 Juni 2026 - 07:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

ANTARANEWS86.com_, TOBA, Warga Kecamatan Laguboti mengeluhkan masalah bantuan dari pemerintah yang banyak tidak tepat sasaran. Ada warga yang sudah mampu secara finansial tetapi dapat bantuan, tetapi malah sebaliknya ada warga yang hidupnya dari hasil memulung tidak dapat bantuan apa apa karena di pendataan BPS dimasukkan dalam kualifikasi desil 6.

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal ini terungkap ketika reses kedua DPRD kabupaten Toba di kecamatan Laguboti pada hari Senin (29/06) bertempat di Gedung Serbaguna Kantor Camat Laguboti.

 

5 orang anggota DPRD yang berasal dari daerah pemilihan 5, yaitu Robinson Sibarani, Pidel Hutahaean, Binsar Gultom, Charles Siagian serta Junior Hutapea yang hadir pada saat itu menjelaskan melalui juru bicara nya Robinson Sibarani bahwa diakuinya memang banyak temuan yang seperti itu. Salah satu faktor penentuan desil apabila ada pinjaman KUR di Bank maka dianggap sudah bisa mandiri.

Baca Juga:  Ringgo Siregar : Bersama Rakyat Selamanya 

 

Padahal masyarakat meminjam ke Bank adalah karena tidak punya modal. Pinjaman tersebut diharapkan dapat menaikkan perekonomiannya. Terkadang pinjaman tersebut adalah terpaksa untuk kebutuhan mendesak guna keperluan pendidikan anaknya yang terkadang untuk melunasinya terpaksa menjual harta bendanya.

 

Hal ini diutarakan oleh pak Hutajulu, salah seorang ketua BPD dari desa Hatulian. Menurut beliau hal ini tidak adil mohon supaya dibawakan suara arus bawah ini ke atas untuk ditinjau kembali.

 

Pada kesempatan tersebut para wakil rakyat tersebut meminta pengertian dari masyarakat bahwa semua kebijakan pemerintah ada aturannya sehingga tidak bisa semena-mena membuat keputusan.

 

Mereka juga menerima daftar usulan dari para kepala desa yang hadir untuk dimasukkan dalam daftar prioritas pembangunan di tahun mendatang. Mereka berjanji akan memperjuangkan nya walaupun tidak bisa seratus persen.

(Aes)#

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel www.antaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Monang Sitanggang Ditemukan Jadi Mayat Mengapung di Tepi Pantai Danau Toba
Menteri Nusron Serahkan Sertipikat Wakaf dan Bantuan dari MUI untuk Masjid Salman Alfarisi Aceh Tamiang
Lindungi Aset dari Pengambilalihan Sepihak, Kementerian ATR/BPN Targetkan Pendaftaran 10 Tanah Ulayat di Sumba Timur
Wujud Komitmen Perubahan, Kementerian ATR/BPN Tawarkan Optimalisasi Kerja Sama dengan Pemda Se-Lampung
Menteri ATR/Kepala BPN: Transformasi Layanan Pertanahan Harus Berorientasi pada Kepuasan Masyarakat
Menteri Nusron Apresiasi Yayasan Buddha Tzu Chi atas Dukungan Pembangunan Huntap bagi Korban Bencana di Aceh Tamiang
Sat Lantas Polres Langkat Intensifkan Gatur Lalin Pagi, Kapolres Apresiasi Kinerja Personel
GerCep! Sat Narkoba Polres Langkat Grebek Sarang Narkoba, Hingga Bakar Gubuk dan Ciduk Satu Tersangka
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 21:18 WIB

Monang Sitanggang Ditemukan Jadi Mayat Mengapung di Tepi Pantai Danau Toba

Minggu, 26 Juli 2026 - 09:59 WIB

Menteri Nusron Serahkan Sertipikat Wakaf dan Bantuan dari MUI untuk Masjid Salman Alfarisi Aceh Tamiang

Minggu, 26 Juli 2026 - 09:55 WIB

Lindungi Aset dari Pengambilalihan Sepihak, Kementerian ATR/BPN Targetkan Pendaftaran 10 Tanah Ulayat di Sumba Timur

Minggu, 26 Juli 2026 - 09:54 WIB

Wujud Komitmen Perubahan, Kementerian ATR/BPN Tawarkan Optimalisasi Kerja Sama dengan Pemda Se-Lampung

Minggu, 26 Juli 2026 - 09:53 WIB

Menteri ATR/Kepala BPN: Transformasi Layanan Pertanahan Harus Berorientasi pada Kepuasan Masyarakat

Berita Terbaru