“Hidup Di Era Abu Nawas”.Ketakutan Sudah Menenggelamkan Kejujuran & Kebenaran, sehingga Kebohongan Pun Bersimaharjalela

- Penulis

Senin, 29 April 2024 - 09:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

ANTARANEWS86.COM |MANDAILING NATAL (SUMUT) Ketika KEBERANIAN untuk mengatakan yang BENAR hilang dan lenyap dari dalam diri manusia bahkan Sirna bagaikan di hembuskan angin Topan , yang timbul adalah KEBOHONGAN KEBOHONGAN YANG menenggelamkan KEJUJURAN dengan jalan “ MELENGGANG KANGKUNG sebagai “ SIGNAL “ sesuatu Kebenaran bahkan saat ini ada istilahnya KEBENARAN BARU yang dapat menyesatkan Akal Pikiran manusia. Disamping juga dapat merusak Akal Sehat seseorang.

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepercayaan diri ( Self Confidence ) sebagai HAK PRIBADI yang MANDIRI untuk Commit terhadap KEBENARAN ( Truht ) di dasari oleh : KEJUJURAN ( Honesty ), telah diruntuhkan serta dirobohkan kekhawatiran label status yang sesungguhnya sangat subjektif dan semu.

 

Konspirasi KEBOHONGAN Abu Nawas mendapat “ LEGITIMASI” oleh Radja yang berkuasa pada waktu itu, namun saat ini KEBOHONGAN versi Abu Nawas itu mendapat Justifikasi dari sang Para Ahli Ahli dan Orang Orang yang “ Mengaku Pintar” dibidangnya dari berbagai Disiplin Ilmu. Seolah olah mereka “ TERHIPNOTIS “ oleh ROH BANGKAINYA” Abu Nawas tadi , atau juga Tersihir oleh Tiupan Angin Topan Gemerincingnya fulus .

 

Sehingga kelicikan dan kecerdikan konspirasi kebohongan Opini publik Abunawas itu telah “ Mengubur “ Kebenaran dan Kejujuran tersebut ( TRUTH & HONESTY ).

 

Akhirnya , KECERDASAN tanpa KEJUJURAN dan KEBERANIAN untuk mengatakan KEBENARAN sesungguhnya ( TELL THE TRUHT), takluk dipangkuan orang orang yang tidak berakal sehat atas kecerdikan yang diakoninya dengan penuh keberanian dan kepercayaan diri walaupun itu adalah : KEBOHONGAN yang BESAR dan NYATA .

Baca Juga:  Bupati Tapanuli Utara Tinjau Pembangunan Jembatan Pascabencana di Purbatua

 

Kasus Legitimasi Kebohongan versi Abu Nawas ini, “ Mungkin “ sudah terjadi bahkan sudah Menjadi “ KEBENARAN BARU “ disekitar kita , dengan gaya ataupun Aneka Versinya .

Justeru itu timbul suatu pertanyaan besar dalam benak hati kita masing masing , apakah ini yang dikatakan oleh orang orang BIJAK DAN PINTAR yang memilki tingkat KETAQWAANNYA tinggi kepada Allah Swt dengan mengatakan bahwa : KEBOHONGAN yang di LEGALKAN oleh “ SANG PENGUASA?.” , walaupun kita tahu sebagai ummat Beragama BERBOHONG itu sangat sangat dilarang dalam ajaran Agama .

 

Oleh sebab , KEBOHONGAN itu bermula dari prilaku yang MUNAFIK dan BERKHIANAT terhadap orang lain, bahkan KEBOHONGAN akan Melahirkan KEBOHONGAN KEBOHONGAN BARU lagi, ibarat seseorang yang terbiasa “ BERBOHONG” dalam kehidupannya terasa “ TIDAK LENGKAP HIDUPNYA” seharipun tanpa BERBOHONG.

 

Oleh sebab , KEBOHONGAN itu bermula dari prilaku yang MUNAFIK dan BERKHIANAT terhadap orang lain, bahkan KEBOHONGAN akan Melahirkan KEBOHONGAN KEBOHONGAN BARU lagi, ibarat seseorang yang terbiasa “ BERBOHONG” dalam kehidupannya terasa “ TIDAK LENGKAP HIDUPNYA” seharipun tanpa BERBOHONG.

 

Bagaimana kondisi kita hari ini, kemarin dan esok lusa?, hanya kita sendirilah yang dapat merubah sikap (Attitude) kita tersebut. Tampaknya kita sudah hidup dalam ERA ABU NAWAS, tidakkah begitu?. Alwallahu A’lam bisa jawab.

By : H. Sahrir Nasution Gelar Sutan Kumala Bulan

 

Reporter : #(Tim)#

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel www.antaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lantik 130 Pejabat, Menteri ATR/Kepala BPN: Berikan Manfaat dan Pelayanan yang Adil bagi Masyarakat
Hadiri Milad ke-26 YASPIDA, Menteri Nusron: Santri Harus Siap Menjadi Ulama, Teknokrat, dan Pemimpin Bangsa
Penutupan Latsarmil Komcad Gelombang I 2026, Wamen Ossy Sebut Latsarmil Perkuat Karakter dan Integritas ASN
Serahkan Lebih dari 1.000 Sertipikat Tanah Wakaf dalam ICOP 2026, Menteri Nusron Minta Penerima Jadi Pionir Percepatan
Bicara dalam International Conference on Pesantren 2026, Menteri Nusron Ajak Masyarakat Sertipikatkan Tanah Wakaf untuk Lindungi Aset Umat
Wamen Ossy Ajak Pemkab Menguatkan GTRA untuk Selesaikan Masalah Pertanahan di Tanah Laut
Jadi Simbol Nilai Luhur, Kementerian ATR/BPN Laksanakan Upacara Hari Lahir Pancasila
Sertipikat Tanah Hilang? Berikut Panduan Cara Mengurusnya
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:26 WIB

Lantik 130 Pejabat, Menteri ATR/Kepala BPN: Berikan Manfaat dan Pelayanan yang Adil bagi Masyarakat

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:21 WIB

Hadiri Milad ke-26 YASPIDA, Menteri Nusron: Santri Harus Siap Menjadi Ulama, Teknokrat, dan Pemimpin Bangsa

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:18 WIB

Penutupan Latsarmil Komcad Gelombang I 2026, Wamen Ossy Sebut Latsarmil Perkuat Karakter dan Integritas ASN

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:12 WIB

Serahkan Lebih dari 1.000 Sertipikat Tanah Wakaf dalam ICOP 2026, Menteri Nusron Minta Penerima Jadi Pionir Percepatan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 13:58 WIB

Wamen Ossy Ajak Pemkab Menguatkan GTRA untuk Selesaikan Masalah Pertanahan di Tanah Laut

Berita Terbaru