Camat Lingga Bayu Cepat Tanggap Terhadap Persoalan Kesehatan Masyarakat Di Wilayah Kerjanya

- Penulis

Sabtu, 15 Juni 2024 - 08:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

ANTARANEWS86.COM |MANDAILING NATAL (SUMUT)–Pada pelaksanaan kegiatan Posyandu di desa kampung Baru Kecamatan Lingga Bayu yang dilaksanakan pada hari Kamis (13/06/2024) camat Lingga Bayu nampak ikut turun ke lapangan.

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam marak nya persoalan stunting dan gizi buruk di Kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara termasuk salah satu nya di desa Kampung Baru di Kecamatan Lingga Bayu dalam satu bulan terakhir ini sudah terdapat dua orang balita yang mengalami gizi buruk.

 

Dalam hal ini Pihak Pemerintah Kecamatan Lingga Bayu dibawah naungan Forkopincam Pada Kamis (13/06/2024) laksanakan acara lokakarya di desa Kampung Baru Kecamatan Lingga Bayu yang diselenggarakan di Kantor Kepala Desa Kampung Baru yang dihadiri seluruh ibu – ibu yang memiliki Balita di desa Kampung Baru.

Terpantau pada kegiatan tersebut di hadiri semua aparatur Desa Kampung Baru Kepala Desa Muhammad Rizki Martua Lubis S.IP dan seluruh perangkat dan ibu PKK sedangkan dari pihak Kecamatan Camat Lingga Bayu Edy Ikhsan Lubis S.H, yang di dampingi Kasi Rantib Amrin Lubis S.sos,Babinsa Sertu Kholis Nasution, Serda Harun Lukman Lubis, dr.Lilah batubara, Bidan Bidang gizi Halimah, dan Aflizar Parna A.Md.Gz NS (Nusantara Sehat), dan juga beberapa orang pegawai UPTD . BKKBN Kecamatan Lingga Bayu dan Pendamping Desa Adi Anto.

 

Sementara Camat Lingga Bayu dalam pemaparan nya lebih mengarah kan penekanan kepada Kepala desa dan bidan Desa untuk lebih memperhatikan warganya mengatakan,” Kehadiran saya disini sebagai Camat mengingat dalam bulan ini sudah ada dua orang anak balita yang tercatat anak gizi buruk dari dalam hal ini diminta kepada masyarakat agar tetap rutin membawa dan memeriksakan anak balita nya ke posyandu dan begitu juga bagi masyarakat yang memiliki penyakit yang sudah menahun dalam hal ini saya minta juga kepada kepala desa dan bidan desa agar lebih jeli dengan kondisi kesehatan masyarakat dan buatkan data nya, dan kepada kepala desa dan bidan desa dan kader agar tetap saling berkoordinasi begitu juga dengan masyarakat apalagi disini masih banyak saya dengar ada yang memiliki jumlah anak nya lebih dari pada sepuluh orang dalam satu keluarga,” jadi u haropkon tu para umak umak ulang asal namaranak tapi pikir kon juo do kesehatan dohot pendidikan ni daganak i bope bahat anak bahat rasoki na tapi dohot kondisi songon susah ni ngolu wajib Ita pikirkon kata camat dalam bahasa Mandailing,” jadi saya berharap kepada ibuk ibuk jangan sembarang asal beranak aja tetapi kita pikirkan juga mengenai kesehatan dan pendidikan nya walaupun banyak anak itu banyak rezeki nya,” ujar camat.

Baca Juga:  Jelang Musim Kemarau, Optimalkan Potensi Curah Hujan, BMKG Akan Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca 

 

Sementara itu Aflizar Parna A.Md Gz sebagai yang membidangi Gizi dari NS (Susantara Sehat) dalam penyampaian nya mengatakan yang menjadi titik persoalan ,” Yang menjadi permasalahan utama yaitu kurang nya minat masyarakat dalam mengunjungi kegiatan posyandu dikarenakan kurang nya fasilitas umum yang ada di posyandu seperti bangku tunggu dan juga lokasi yang sempit, kami dari pihak puskesmas memohon supaya kepala desa dapat menyisihkan anggaran kesehatan yang ada di desa supaya dapat melengkapi fasilitas posyandu seperti menyediakan bangku tunggu dan taman bermain anak supaya masyarakat lebih aktif ke posyandu,” ujar nya.

 

Diakhir kegiatan ada acara makan bersama di antara sesama personil dan diakhiri dengan acara Fhoto bersama.

 

Reporter : #(M.SN)#

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel www.antaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lantik 130 Pejabat, Menteri ATR/Kepala BPN: Berikan Manfaat dan Pelayanan yang Adil bagi Masyarakat
Hadiri Milad ke-26 YASPIDA, Menteri Nusron: Santri Harus Siap Menjadi Ulama, Teknokrat, dan Pemimpin Bangsa
Penutupan Latsarmil Komcad Gelombang I 2026, Wamen Ossy Sebut Latsarmil Perkuat Karakter dan Integritas ASN
Serahkan Lebih dari 1.000 Sertipikat Tanah Wakaf dalam ICOP 2026, Menteri Nusron Minta Penerima Jadi Pionir Percepatan
Bicara dalam International Conference on Pesantren 2026, Menteri Nusron Ajak Masyarakat Sertipikatkan Tanah Wakaf untuk Lindungi Aset Umat
Wamen Ossy Ajak Pemkab Menguatkan GTRA untuk Selesaikan Masalah Pertanahan di Tanah Laut
Jadi Simbol Nilai Luhur, Kementerian ATR/BPN Laksanakan Upacara Hari Lahir Pancasila
Sertipikat Tanah Hilang? Berikut Panduan Cara Mengurusnya
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:26 WIB

Lantik 130 Pejabat, Menteri ATR/Kepala BPN: Berikan Manfaat dan Pelayanan yang Adil bagi Masyarakat

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:21 WIB

Hadiri Milad ke-26 YASPIDA, Menteri Nusron: Santri Harus Siap Menjadi Ulama, Teknokrat, dan Pemimpin Bangsa

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:18 WIB

Penutupan Latsarmil Komcad Gelombang I 2026, Wamen Ossy Sebut Latsarmil Perkuat Karakter dan Integritas ASN

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:12 WIB

Serahkan Lebih dari 1.000 Sertipikat Tanah Wakaf dalam ICOP 2026, Menteri Nusron Minta Penerima Jadi Pionir Percepatan

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:06 WIB

Bicara dalam International Conference on Pesantren 2026, Menteri Nusron Ajak Masyarakat Sertipikatkan Tanah Wakaf untuk Lindungi Aset Umat

Berita Terbaru