Setelah Hancurnya Sungai Batang Natal, Sekarang Menunggu Giliran Kehancuran Sungai Batang Gadis

- Penulis

Minggu, 31 Maret 2024 - 23:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

ANTARANEWS86.COM //-MANDAILING NATAL (SUMUT) Kecamatan Batang Natal telah menjadi korban pelaku tambang ilegal, Pemda diduga Mandul dan tak berdaya, kondisi tersebut berlangsung sangat lama sekali hingga kondisi yang sama kini telah terjadi di Kotanopan.

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terjadi penangkapan alat berat dan upaya penutupan kegiatannya tambang oleh pihak berwajib akhir – akhir ini.

 

” kita berharap aksi ini serius dan profesional” ujar Tan Gozali saat ditemui dikediamannya baru – baru ini.

Kotanopan ini merupakan kota pejuang dan kota literasi sejarah perjuangan Indonesia, jadi hendaklah pemda dituntut lebih serius dalam merawat dan menjaganya” sambung Tan Gozali Nasution.

 

Lelaki kelahiran desa Roburan yang akrab dikenal masyarakat dengan julukan Presiden IPM ini mengungkapkan Kotanopan sebagai kota pejuang kini telah berubah jadi, Kota yang disukai Eksavator dan toke – toke.

 

Dapat dikatakan jika Kotanopan berada diujung atau perbatasan provinsi Sumatera Utara – Sumatera Barat, Kotanopan juga dikenal dengan pegunungan dan sumber daya alamnya yang melimpah, mulai dari karet, kopi, beras, dan aneka tambang liar.

 

Sebagaimana fenomena yang muncul akhir – akhir ini, Kotanopan kembali membuat kejutan lagi, bumi Kotanopan ternyata menyimpan logam mulia yang kemudian menjadi masalah baru bagi masyarakat yang bermukim di sana.

 

Jati diri Kotanopan sebagai zona pahlawan dan zona literasi itupun kini mulai memudar, Kotanopan telah berubah jadi medan alat berat dan medan basah bagi pemeluk ambisius serakah dalam menguras kekayaan alam yang ada padanya.

 

Ada fakta yang terlupakan bahwa dahulu Kotanopan juga dikenal sebagai kota pejuang. Karena kota ini melahirkan banyak pejuang kemerdekaan walaupun nama tokoh pejuang tersebut tidak tercatat dalam buku-buku sejarah RI.

Baca Juga:  5 Orang Berhasil Diamankan Polisi Saat Bermain Judi Leng di Dalam Rumah di Balige

 

Kotanopan juga menjadi tempat kelahiran Jenderal Besar A.H. Nasution dan H. Adam Malik berasal.

Tidak hanya itu, Kotanopan juga menjadi sebuah stasiun mantan misi Mennoite Belanda di Sumatera.

 

Di kecamatan ini, terdapat beberapa bangunan bersejarah yang menarik untuk dibahas. Kita sebut saja Pasanggrahan Kotanopan salah satunya.

 

Di depan Tugu Perintis kemerdekaan, terdapat Wisma Pasanggrahan yang menjadi kediaman Controleur Mandailing Natal pada masa kolonial Belanda.

 

Di tempat ini juga Presiden Soekarno mengadakan rapat akbar untuk mensosialisasikan kemerdekaan dan mengajak warga Sumatera untuk mempertahankan kemerdekaan pada tanggal 16 Juni 1945.

 

Pada bulan Juni 1948 pun Soekarno hadir kembali ke Kotanopan untuk menenangkan gejolak dan menyatukan rakyat di Sumatera yang ingin merdeka sendiri.

 

Dikatakan juga dahulu bahwa Wisma Pesanggarahan ini menjadi tempat rapat Belanda dengan Soekarno pada saat Soekarno berada di Sumatera.

 

Sampai saat ini, Pasanggrahan masih berdiri kokoh dan menjadi tempat penginapan para wisatawan dan tak menutup kemungkinan juga mereka (cukong / toke) yang merupakan pemodal tambang liar saat berkunjung ke Kotanopan.

 

Bangunannya megah khas Belanda dengan taman yang luas membuat wisma ini terlihat ikonik bersama dengan Tugu Perintis.

Pun disekitarnya ramai juga penampakan wajah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang berpotensi jadi masalah bangsa apabila tidak segera dicari solusinya.

 

Reporter :#(M.SN)#

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel www.antaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PRSU ke 50, Kabupaten Toba Tampil Memukau Dengan Keunggulan Produk Daerah 
Monang Sitanggang Ditemukan Jadi Mayat Mengapung di Tepi Pantai Danau Toba
Menteri Nusron Serahkan Sertipikat Wakaf dan Bantuan dari MUI untuk Masjid Salman Alfarisi Aceh Tamiang
Lindungi Aset dari Pengambilalihan Sepihak, Kementerian ATR/BPN Targetkan Pendaftaran 10 Tanah Ulayat di Sumba Timur
Wujud Komitmen Perubahan, Kementerian ATR/BPN Tawarkan Optimalisasi Kerja Sama dengan Pemda Se-Lampung
Menteri ATR/Kepala BPN: Transformasi Layanan Pertanahan Harus Berorientasi pada Kepuasan Masyarakat
Menteri Nusron Apresiasi Yayasan Buddha Tzu Chi atas Dukungan Pembangunan Huntap bagi Korban Bencana di Aceh Tamiang
Sat Lantas Polres Langkat Intensifkan Gatur Lalin Pagi, Kapolres Apresiasi Kinerja Personel
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 05:23 WIB

PRSU ke 50, Kabupaten Toba Tampil Memukau Dengan Keunggulan Produk Daerah 

Minggu, 26 Juli 2026 - 21:18 WIB

Monang Sitanggang Ditemukan Jadi Mayat Mengapung di Tepi Pantai Danau Toba

Minggu, 26 Juli 2026 - 09:59 WIB

Menteri Nusron Serahkan Sertipikat Wakaf dan Bantuan dari MUI untuk Masjid Salman Alfarisi Aceh Tamiang

Minggu, 26 Juli 2026 - 09:55 WIB

Lindungi Aset dari Pengambilalihan Sepihak, Kementerian ATR/BPN Targetkan Pendaftaran 10 Tanah Ulayat di Sumba Timur

Minggu, 26 Juli 2026 - 09:54 WIB

Wujud Komitmen Perubahan, Kementerian ATR/BPN Tawarkan Optimalisasi Kerja Sama dengan Pemda Se-Lampung

Berita Terbaru