Pj. Gubernur Launching Alat Kesehatan Kateterisasi Jantung di RSUD. Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang

- Penulis

Minggu, 10 Maret 2024 - 23:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUPANG (NTT) ANTARANEWS86.COM //-Penjabat Gubernur NTT, Ayodhia G.L. Kalake, SH., MDC melaunching alat kesehatan Kateterisasi Jantung bertempat di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes pada Sabtu (9/3/2024).

“Dengan memohon Rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa, saya meresmikan pelayanan kateterisasi jantung RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes. Mari kita terus memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat NTT untuk NTT Maju dan Sejahtera,” Ucap Pj. Ayodhia.

Dalam sambutannya, Pj. Ayodhia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan dan RS Jantung Harapan Kita dan RSUP Prof Ngoerah atas dukungan pengadaan peralatan medis dan mentoring pelaksanaan Pelayanan _Percutaneous Coronary Intervention_ (PCI) di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Kementerian Kesehatan yang telah mendukung keberadaan PCI ini dengan bantuan pengadaan peralatan medis dan menetapkan RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes sebagai Rumah Sakit Pusat Rujukan Pelayanan Jantung Regional NTT sesuai dengan SK Kemenkes Terkait RS Rujukan Pelayanan Kardiovaskular Nomor HK 01.07/Kemenkes/718/2020. Kami juga menyampaikan apresiasi kepada RS Jantung Harapan Kita dan RSUP Prof. Ngoerah yang bersedia untuk melakukan pendampingan pelaksanan PCI di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes ini,” Katanya.

Pj. Ayodhia pada kesempatan ini mengungkapkan bahwa penyakit jantung merupakan penyebab kematian tertinggi kedua di Indonesia. Seiring perkembangan pola hidup yang tidak sehat, penyakit jantung dapat menyerang siapa saja dari berbagai golongan usia baik anak muda maupun orang lanjut usia.

“Di Provinsi NTT sendiri kasus penyakit jantung tergolong tinggi. Di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes pada tahun 2023 tercatat sebanyak 248 kasus penyakit _Syndrom Coronaria Acute_ yang membutuhkan tindakan kateterisasi disamping penyakit jantung lainnya. Angka ini tentunya akan menjadi jauh lebih besar jika diakumulasi dengan kasus-kasus serupa yang terjadi pada seluruh Rumah Sakit di seluruh NTT,” Jelas Ayodhia.

Oleh karena itu, menurut Pj. Gubernur NTT, dibutuhkan tindakan penanganan penyakit jantung yang khusus dan komprehensif. Selama ini penderita penyakit jantung dari NTT yang memilih untuk melakukan perawatan dan pengobatan ke luar NTT terutama karena belum tersedianya pelayanan Katerisasi jantung dengan sumber pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Kita patut bersyukur karena pada hari ini kita bersama – sama melaunching PCI di RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes. Kehadiran alat dan pelayanan ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat NTT terutama para penderita penyakit jantung dan menekan kematian akibat penyakit jantung di NTT. Dengan adanya alat ini para penderita penyakit jantung tak perlu lagi mengeluarkan biaya, tenaga dan waktu yang banyak karena harus dirujuk ke luar NTT,” Jelasnya.

Baca Juga:  Pembinaan di Kanwil BPN Provinsi Sumsel, Menteri Nusron Tekankan Layanan Pertanahan yang Adaptif bagi Generasi Muda

Apalagi peralatan kateterisasi yang dimiliki di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes ini merupakan satu-satunya alat kateterisasi di NTT berjenis Biplane sehingga lebih memudahkan secara teknis dalam proses diagnosis maupun tindakan baik pada kasus jantung coroner maupun kasus jantung bawaan dan pediatri atau anak-anak sehingga diharapkan dari sisi hasil tentunya lebih baik.

“Dari skema pembiayaan dengan JKN untuk pelayanan PIC ini juga tentunya sangat membantu masyarakat. Saya berharap BPJS Kesehatan sebagai pelaksana teknis JKN dapat mendukung secara penuh pelayanan kateterisasi di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes ini sehingga memudahkan masyarakat NTT khususnya para penderita penyakit jantung yang membutuhkan penanganan yang cepat dan komprehensif,” Ungkapnya.

Ayodhia mengatakan kehadiran alat ini tentunya tidak akan bermanfaat banyak bila tidak didukung dengan peningkatan kualitas pelayanan. Karena itu Ia berharap para dokter dan para medis yang bertugas di PCI ini dapat memberikan pelayanan yang tulus kepada para pasien penyakit jantung.

“Berlakukan SOP dengan tepat dan cermat serta dahulukan keselamatan pasien dari pada urusan administrasi. Keberadaan seorang dokter Spesialis Bedah Saraf Intervensi vascular, empat orang Spesialis Jantung serta satu Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Jantung dan renovasi gedung Cathlab diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan di PCI ini sehingga RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes semakin menjadi RS kebanggaan masyarakat dan Pemerintah Provinsi NTT serta pusat rujukan pelayanan di wilayah NTT,” Katanya.

Pj. Gubernur NTT kemudian bertolak ke lantai dua gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) guna meresmikan alat kesehatan kateterisasi jantung yang ditandai dengan pemotongan pita dan disaksikan oleh Direktur RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes, Dr. drg. Mindo E. Sinaga, M.Kes, Kepala Dinas Kesehatan, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi NTT, Ruth D. Laiskodat, S.Si, Apt, MM, Perwakilan Forkopimda Provinsi NTT, Perwakilan RSUP dr.Ben Mboi, Perwakilan RS JPDHK serta Para Dokter Spesialis, Dokter Umum, Tenaga Kesehatan dan Non Kesehatan RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes. Disela-sela kegiatan ini, Penjabat Ayodhia juga turut berdialog bersama para pasien serta meninjau fasilitas Alat Kesehatan Kateterisasi Jantung tersebut.

Demikian siaran Pers ini dibuat untuk dipublikasikan. Video selengkapnya dapat disaksikan melalui youtube channel Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.

(Red)*

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel www.antaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketidaksesuain Nama di Sertipikat! Yuk Pahami Solusinya
SEPAKAT untuk Mengurus Sertipikat Tanah Secepatnya, SEPAKAT untuk Mengukur Tanah Secepatnya
Persyaratan SKPT (Surat Keterangan Pendaftaran Tanah)
KOORDINASI PENGUATAN LAYANAN BPHTB UNTUK MASYARAKAT KABUPATEN SORONG YANG LEBIH BAIK
OPTIMALISASI PENERAPAN E-KINERJA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PERTANAHAN
Kantor Pertanahan Kabupaten Sorong Menerima Peserta Magang
Pemkab Toba Akan Beri Bantuan Pendidikan Untuk Siswa Toba yang Masuk SMA Unggul di Toba
Toba Jadi Tuan Rumah Rapat Sinergitas Statistik Sektoral se-Sumut
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 01:12 WIB

Ketidaksesuain Nama di Sertipikat! Yuk Pahami Solusinya

Sabtu, 13 Juni 2026 - 01:09 WIB

SEPAKAT untuk Mengurus Sertipikat Tanah Secepatnya, SEPAKAT untuk Mengukur Tanah Secepatnya

Sabtu, 13 Juni 2026 - 01:06 WIB

Persyaratan SKPT (Surat Keterangan Pendaftaran Tanah)

Sabtu, 13 Juni 2026 - 01:04 WIB

KOORDINASI PENGUATAN LAYANAN BPHTB UNTUK MASYARAKAT KABUPATEN SORONG YANG LEBIH BAIK

Sabtu, 13 Juni 2026 - 00:58 WIB

OPTIMALISASI PENERAPAN E-KINERJA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PERTANAHAN

Berita Terbaru

Artikel

Ketidaksesuain Nama di Sertipikat! Yuk Pahami Solusinya

Sabtu, 13 Jun 2026 - 01:12 WIB

Artikel

Persyaratan SKPT (Surat Keterangan Pendaftaran Tanah)

Sabtu, 13 Jun 2026 - 01:06 WIB