Kampung Padang_Sungai Beremas/Antaranews86.Com. Warga di kawasan SPBU 13263516, Jl. Kp. Padang Selatan, Aia Bangih, Kec. Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat. Sumatera Barat dihebohkan dengan penemuan tumpukan jerigen untuk pengisisan Biosolar dan mafia BBM merajalela beraktifitas disekitar SPBU untuk menimbun minyak Pertalite bersubsidi yang diduga disimpan secara tidak wajar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penemuan ini memicu dugaan kuat adanya praktik penyalah gunaan dan pelanggaran ketentuan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, yang diduga melibatkan penerimaan suap dari pihak Pertamina. Pukul 08:15 Wib, Minggu 08/11/2026.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, tumpukan jerigen pengisian minyak Biosolar bersubsidi tersebut ditemukan dalam jumlah yang cukup besar di lokasi yang tidak seharusnya menjadi tempat penyimpanan BBM bersubsidi. Hal ini menimbulkan kecurigaan bahwa BBM yang seharusnya dinikmati oleh masyarakat yang berhak, justru dialihkan untuk kepentingan lain atau diperjual belikan secara tidak sah.
Yang lebih mengkhawatirkan, dalam penemuan tersebut muncul dugaan adanya praktik penerimaan suap dari pihak Pertamina. Dugaan ini mengarah pada kemungkinan adanya kelalaian atau bahkan pelanggaran sengaja dalam pengawasan dan penyaluran BBM bersubsidi, yang seharusnya diawasi dengan ketat agar tidak terjadi penyalah gunaan.
Jika dugaan ini terbukti benar, maka hal ini merupakan pelanggaran berat yang merugikan keuangan negara sekaligus merampas hak masyarakat yang benar-benar membutuhkan BBM bersubsidi. Praktik seperti ini tidak hanya merugikan masyarakat luas, tetapi juga mencoreng nama baik lembaga yang seharusnya menjamin ketersediaan dan keadilan penyaluran BBM.
1. Sorotan Dugaan Mafia Pelangsiran Solar ( November 2026).
• Pada November 2026, SPBU Sungai Beremas 13263516 kembali menjadi sorotan publik karena diduga menjadi tempat aktivitas pelangsiran BBM jenis Biosolar dan Pertalite bersubsidi yang berulang kali mengantre seolah kebal hukum. Berita ini dimuat oleh Antaranews86.Com.
Sebelumnya pemerintahan setempat telah lalukan penyelidikan pengawasan SPBU untuk kelancaran BBM, Agar Masyarakat aman dan tertib dalam pengisian BBM.
Namun kini pihak SPBU tidak mengindahkan akan peraturan pemerintahan, malah membiarkan mafia BBM menimbun banyak minyak untuk kegunaan dijual belikan.
Sorotan masyrakat setempat yang tajam, terhadap pihak Pertamina tidak mengopeni keluhan masyarakat yang telah susah payah antrean dalam pengisian BBM, bahkan Ada juga yang terlambat berangkat kerja saat pengisian Minyak, karna pertamina mendahulukan pihak mafia BBM dari pada konsumen lainnya.
Masyarakat menuntut agar Kasus ini Di Usut Tuntas,
1. Pihak berwenang segera melakukan penyelidikan mendalam terkait penemuan mafia BBM yang merajalela disekitar SPBU.
2. Dugaan penerimaan suap dari pihak Pertamina diusut tuntas hingga ke akar-akarnya, dan siapa pun yang terlibat harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.
3. Pengawasan terhadap penyaluran BBM bersubsidi diperketat kembali agar tidak terjadi pelanggaran serupa di masa mendatang.
Kami menegaskan: BBM bersubsidi adalah hak rakyat. Jangan sampai kepentingan segelintir pihak merampas hak masyarakat luas!
Demikian rilisan berita ini disampaikan untuk diketahui masyarakat luas, semoga mendapat perhatian serius dari pihak berwenang.
(Eka Saputra/Samino)











