Kapolda Sumbar Langsung Turun, Pastikan Evakuasi Warga Terdampak Banjir Dilubuk Menturun, Kota Padang

- Penulis

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

ANTARANEWS86.com_, PADANG, Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Padang, Sumatera Barat, pada Sabtu (10/10/2026),kemaren mengakibatkan aliran Sungai Lubuk Minturun meluap dan merendam kawasan permukiman warga di Kampung Apa, Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah.

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menyikapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang langsung menerjunkan personel ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan darurat sekaligus membantu proses evakuasi warga yang terdampak banjir.

 

Personel BPBD Kota Padang bersama Tim Reaksi Cepat (TRC), unsur TNI, dan Polri bergerak ke kawasan terdampak guna memastikan keselamatan masyarakat serta membantu warga menghadapi situasi darurat akibat meluapnya aliran sungai.

 

Tim gabungan melakukan upaya evakuasi terhadap warga yang membutuhkan bantuan, sekaligus membantu mengamankan barang-barang berharga milik masyarakat ke tempat yang lebih aman guna mengurangi risiko kerugian akibat genangan air.

 

Kehadiran personel gabungan di lokasi merupakan bagian dari upaya penanganan cepat untuk mengantisipasi dampak banjir, mengingat hujan deras dengan intensitas tinggi berpotensi menyebabkan peningkatan debit air sungai dan memperluas wilayah genangan.

 

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengatakan bahwa personel BPBD bersama tim TRC, TNI, dan Polri telah berada di lokasi untuk memprioritaskan keselamatan warga terdampak banjir akibat guyuran hujan yang deras.

 

“Saat ini, personel BPBD bersama tim TRC, TNI, dan Polri sudah berada di lokasi untuk memprioritaskan evakuasi warga terdampak serta memastikan keselamatan mereka,” ujar Hendri Zulviton.

 

Menurutnya, penanganan di lapangan difokuskan pada upaya membantu masyarakat yang terdampak banjir, terutama warga yang membutuhkan pertolongan untuk keluar dari kawasan permukiman yang terendam.

 

Selain melakukan evakuasi, tim gabungan juga bersiaga untuk membantu mengamankan barang-barang berharga milik warga agar dapat dipindahkan ke lokasi yang lebih aman. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya meminimalkan dampak yang ditimbulkan oleh banjir.

 

Hendri juga mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap potensi banjir susulan, khususnya warga yang bermukim di sepanjang bantaran sungai serta kawasan yang selama ini rawan terdampak banjir.

 

“Kami juga mengimbau seluruh masyarakat Kota Padang, khususnya yang tinggal di sepanjang bantaran sungai, untuk tetap waspada mengingat curah hujan yang masih tinggi,” katanya.

 

Ia menegaskan bahwa kewaspadaan masyarakat sangat diperlukan ketika hujan deras masih berlangsung. Kondisi tersebut dapat memicu peningkatan debit air sungai secara cepat, sehingga warga perlu memperhatikan perkembangan situasi di lingkungan masing-masing.

 

Masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai diharapkan terus memantau kondisi air dan segera mengambil langkah penyelamatan apabila debit air mulai meningkat atau genangan memasuki kawasan permukiman. Warga juga diminta mengikuti arahan petugas di lapangan demi menjaga keselamatan bersama.

 

Selain itu, masyarakat diimbau untuk mengutamakan keselamatan jiwa dibandingkan penyelamatan barang-barang saat kondisi banjir semakin membahayakan. Apabila diperlukan, warga sebaiknya segera berpindah ke lokasi yang lebih aman dan meminta bantuan kepada petugas.

 

BPBD Kota Padang bersama unsur terkait terus melakukan upaya penanganan darurat di lokasi terdampak. Sinergi antara BPBD, TRC, TNI, dan Polri diharapkan dapat membantu memperlancar proses evakuasi serta memberikan perlindungan kepada masyarakat yang terdampak luapan Sungai Lubuk Minturun.

 

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan bantaran sungai dan daerah rawan banjir, agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi cuaca ekstrem.

 

Dengan tetap memantau perkembangan cuaca, memperhatikan perubahan debit air sungai, serta mengikuti arahan petugas, masyarakat diharapkan dapat mengurangi risiko dan dampak yang ditimbulkan oleh bencana banjir.

 

BPBD Kota Padang mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan segera melaporkan kondisi darurat kepada petugas apabila membutuhkan pertolongan.

 

Upaya penanganan dan evakuasi akan terus menjadi prioritas guna memastikan keselamatan warga serta meminimalkan dampak banjir yang terjadi di Kampung Apa, Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. (**)

 

#Eka Saputra)#

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel www.antaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bawa Nama Polres Pasaman Barat, 3 Personel Sabet 4 Medali di Porprov XVI Sumbar 2026
Tim Opsnal, Polres Pasbar, Tangkap Pelaku Pencurian Panel Dan Elektrik (Excavator) Di Ophir
Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan
ATR/BPN Dekat Permudah Akses Masyarakat Dapatkan Layanan Pertanahan
Bicara dalam Banten Investment Forum 2026, Wamen ATR/Waka BPN: Kepastian Pertanahan dan Tata Ruang Jadi Fondasi Investasi
Geger!!! Ditemukan Seorang Mayat Pria dialiran Sungai Batang Soman
Tim Opsnal Polsek Kinali, Polres Pasaman Barat Tertibkan Lokasi Yang Diduga Sebagai Gelanggang Judi Sabung Ayam
Buang Barang ke Semak-semak Saat Polisi Datang, Pria 51 Tahun Ternyata Bawa Enam Paket Sabu

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Kapolda Sumbar Langsung Turun, Pastikan Evakuasi Warga Terdampak Banjir Dilubuk Menturun, Kota Padang

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:36 WIB

Bawa Nama Polres Pasaman Barat, 3 Personel Sabet 4 Medali di Porprov XVI Sumbar 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:32 WIB

Tim Opsnal, Polres Pasbar, Tangkap Pelaku Pencurian Panel Dan Elektrik (Excavator) Di Ophir

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:27 WIB

Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:26 WIB

ATR/BPN Dekat Permudah Akses Masyarakat Dapatkan Layanan Pertanahan

Berita Terbaru