PJS Toba: Aksi Demo Forum Masyarakat Berjuang Harus Cepat Ditindaklanjuti Pemerintah! Kaji Ulang PT TPL

- Penulis

Sabtu, 18 April 2026 - 08:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ANTARANEWS86.com_, TOBA, Aksi Demo Damai dari “Forum Masyarakat Berjuang”(FMB) sangat diapresiasi oleh Ketua Organisasi Pro Jurnalismedia Siber Toba, Berlin Marpaung. Pengkajian ulang akan penutupan operasional PT Toba Pulp Lestari (TPL)harus segera ditindaklanjuti segera Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Pusat, dalam hal ini Presiden RI Prabowo Subianto. Dampak signifikan bagi masyarakat yang bergantung pada aktivitas perusahaan tersebut sudah berjalan sejak bulan Desember 2025. (Dikutip dari Media Sosial Teropong Sumatera). Informasi yang beredar akan kehilangan “Mata pencaharian” besar-besaran dibulan Mei tahun 2026 mendatang akan sangat jelas. Apabila terjadi, maka ancaman putus sekolah juga bagi anak-anak nyata yang kini dihadapi warga di sekitar kawasan konsesi tersebut.

 

Dalam siaran persnya disalah satu kedai kopi Balige, Ketua Organisasi Pro Jurnalismedia Siber, Berlin Marpaung (19/4), Puluhan ribu masyarakat aksi demo damai dimedan, yang tergabung dalam Forum Masyarakat Berjuang (FMB)sangat kami apresiasi berjalan kondusif, ucap Berlin Marpaung.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Dampak penarikan ijin PT TPL sangat mendorong massa yang tergabung dalam Forum Masyarakat Berjuang(FMB) menggelar aksi unjuk rasa di sejumlah instansi pemerintahan di Sumatera Utara. Aksi awal yang dimulai dari Kantor Kejatisu, Dinas LHK, DPRD Provsu dan terakhir berpuncak di Kantor Gubsu.

 

Kita tahu, massa yang sebagian besar merupakan pekerja yang terdampak membawa poster berisi tuntutan agar pencabutan izin operasional perusahaan dihentikan. Dalam orasi tersebut, penutupan PT TPL sangat memukul perekonomian keluarga secara langsung.

 

Maju Butarbutar (Pimpinan aksi dan Pengurus FMB) dalam aksi damai dimedan

menegaskan bahwa, Masyarakat saat ini menghadapi tekanan ekonomi yang serius akibat hilangnya sumber penghasilan. Dampak langsung meluas ke berbagai sektor kehidupan.

 

Kita melihat aksi damai FMB dimedsos, meminta Gubernur Sumatera Utara membatalkan pencabutan izin,” ucap Maju Butarbutar,Jumat (17/4/2026).

 

Beliau juga meminta Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto serta Menteri Kehutanan untuk turun langsung melihat kondisi masyarakat yang terdampak. Selain itu, massa mendesak pemerintah membatalkan pencabutan izin penggunaan lahan hutan yang selama ini menjadi sumber penghidupan ribuan warga.

 

FMB yang terdiri dari gabungan elemen masyarakat, antara lain petani hutan, sopir truk pengangkut, petani tumpang sari, pelaku UMKM, serta sekolah-sekolah binaan. Kalau dihitung dan informasi keseluruhan, jumlah masyarakat yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 13.000 orang.

Baca Juga:  Hari Ke-20 Ramadhan, Polres Langkat Laksanakan Sahur On The Road, Safari Subuh, dan Patroli Asmara Subuh

 

Dalam tuntutan lainnya, massa meminta Gubernur Sumatera Utara segera mengambil langkah cepat, terukur, dan strategis untuk merespons kondisi sosial ekonomi masyarakat. Mereka juga meminta keterlibatan aktif Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Kepolisian, Kejaksaan, DPRD Sumut, serta instansi terkait, guna menyelesaikan persoalan secara transparan dan akuntabel.

 

Kami juga mendukung puluhan ribu pengunjuk rasa dalam mendesak pemerintah melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap dugaan pembakaran lahan, perusakan lingkungan, serta aktivitas ilegal di sejumlah wilayah. Kami tekankan para APH harus tegas dan ini sangat penting dalam memulihkan kepercayaan publik. Kenyataan pahit lainnya, Supir-supir kemitraan yang melintas biasannya didaerah by pass balige dan jalinsum mampir makan atau mengopi, kini sepi perlintasa sejak Desember Akhir, ujar Berlin yang juga Pelaku Ekonomi Toba.

 

Saya tekankan juga, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Sumatera Utara, Heri Wahyudi Marpaung harus bergerak cepat setelah aksi damai puluhan ribu FMB.

 

Dalam pernyataanya, sebelumnya telah dilakukan pertemuan bersama Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH Halilintar) serta para bupati dari daerah operasional TPL untuk membahas wacana pencabutan izin.

Pembahasan mekanisme serta langkah-langkah yang harus ditempuh dalam proses pencabutan izin. Pemerintah Provinsi juga telah menyampaikan bahwa sekitar 11 ribu masyarakat terdampak oleh kebijakan tersebut.

 

Ditambahkan Berlin, Untuk dampak penutupan PT TPL juga menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Toba dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027.

 

Dikutip dari informasi Dinas Kominfo Toba, Pemerintah Kabupaten Toba melalui Audi Murphy O. Sitorus, saat Musrenbang di Kecamatan Parmaksian(Rabu,4/3/26), Sekitar 10 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Toba sebelumnya disumbang oleh PT TPL.

 

“Usai PT TPL tutup”, dampaknya sangat terasa hingga kegiatan pasar tradisional di sekitar Toba menjadi sepi,” pungkas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Toba Tahun 2027.

(HAKIM PS)#

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel www.antaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lantik 130 Pejabat, Menteri ATR/Kepala BPN: Berikan Manfaat dan Pelayanan yang Adil bagi Masyarakat
Hadiri Milad ke-26 YASPIDA, Menteri Nusron: Santri Harus Siap Menjadi Ulama, Teknokrat, dan Pemimpin Bangsa
Penutupan Latsarmil Komcad Gelombang I 2026, Wamen Ossy Sebut Latsarmil Perkuat Karakter dan Integritas ASN
Serahkan Lebih dari 1.000 Sertipikat Tanah Wakaf dalam ICOP 2026, Menteri Nusron Minta Penerima Jadi Pionir Percepatan
Bicara dalam International Conference on Pesantren 2026, Menteri Nusron Ajak Masyarakat Sertipikatkan Tanah Wakaf untuk Lindungi Aset Umat
Wamen Ossy Ajak Pemkab Menguatkan GTRA untuk Selesaikan Masalah Pertanahan di Tanah Laut
Jadi Simbol Nilai Luhur, Kementerian ATR/BPN Laksanakan Upacara Hari Lahir Pancasila
Sertipikat Tanah Hilang? Berikut Panduan Cara Mengurusnya
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:26 WIB

Lantik 130 Pejabat, Menteri ATR/Kepala BPN: Berikan Manfaat dan Pelayanan yang Adil bagi Masyarakat

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:21 WIB

Hadiri Milad ke-26 YASPIDA, Menteri Nusron: Santri Harus Siap Menjadi Ulama, Teknokrat, dan Pemimpin Bangsa

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:18 WIB

Penutupan Latsarmil Komcad Gelombang I 2026, Wamen Ossy Sebut Latsarmil Perkuat Karakter dan Integritas ASN

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:12 WIB

Serahkan Lebih dari 1.000 Sertipikat Tanah Wakaf dalam ICOP 2026, Menteri Nusron Minta Penerima Jadi Pionir Percepatan

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:06 WIB

Bicara dalam International Conference on Pesantren 2026, Menteri Nusron Ajak Masyarakat Sertipikatkan Tanah Wakaf untuk Lindungi Aset Umat

Berita Terbaru